Selasa, 28 April 2015

Penggunaan Media Sumber Belajar Dalam Proses Belajar Mengajar


Penggunaan Media Sumber Belajar Dalam Proses Belajar Mengajar

Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan daripada tanpa bantuan media. Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat Bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Berikut akan dibahas secara rinci namun ringkas.


A.    Pengertian Media
Kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda ataupun peristiwa yang  memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Dengan demikian, anak didik lebih mudah mencerna bahan daripada tanpa bantuan media. Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat Bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.

B.     Media Sebagai Alat Bantu
Media sebagai alat Bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada anak didik. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh setiap anak didik, terutama bahan pelajaran yang rumit atau kompleks.
Sebagai alat Bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran. Hal ini dilandasi dengan keyakinan bahwa proses belajar mengajar dengan bantuan media mempertinggi kegiatan belajar anak didik dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti kegiatan belajar anak didik dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media.
Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat Bantu dalam proses belajar mengajar. Dan gurulah yang mempergunakannnya untuk membelajarkan anak didik demi tercapainya tujuan pengajaran.

C.    Media Sebagai Sumber Belajar
Belajar mengajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber. Sumber belajar yang sesungguhnya banyak sekali terdapat di mana-mana; di sekolah, di halaman, di pusat kota, di pedesaan, dan sebagainya. Udin Saripuddin dan Winataputra (199;65) mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku/perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Karena itu, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat di mana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk belajar seseorang.
Media sebagai sumber belajar diakui sebagai alat Bantu auditif, visual, dan audiovisual. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak sembarangan, tetapi harus disesuaikan dengan perumusan tujuan instruksional, dan tentu saja dengan kompetensi guru itu sendiri dan sebagainya. Untuk tercapainya tujuan pengajaran tidak mesti dilihat dari kemahalan suatu media, yang sederhana juga bisa mencapainya, asalkan guru pandai menggunakannya. Maka guru yang pandai menggunakan media adalah guru yang bisa memanipulasi media sebagai sumber belajar dan sebagai penyalur informasi dari bahan yang disampaikan kepada anak didik dalam proses belajar mengajar.

D.    Macam-Macam Media
1.      Dilihat Dari Jenisnya, Media Dibagi ke Dalam :
a.      Media auditif
Media auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, Seperti radio, cassette recorder, piringan hitam. Media ini tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.
b.      Media visual
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai) foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau symbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun.
c.       Media Audiovisual
Media audiovisual adalah media yang mempunyai unsure suara dan unsure gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.

2.      Dilihat dari Daya Liputnya, Media Dibagi Dalam :
a.       Media dengan Gaya Liput Luas dan Serentak, contoh: radio dan televisi.
b.      Media dengan Gaya Liput yang Terbatas oleh Ruang dan Tempat, contoh: film.
c.       Media untuk Pengajaran Individual, contoh: modul berprogram melalui computer.

3.      Dilihat dari Bahan Pembuatannya, Media Dibagi Dalam :
a.       Media Sederhana yaitu media yang mudah diperoleh dan harganya murah, serta cara pembuatannya mudah.
b.      Media Kompleks yaitu media yang bahan dan lat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya dan penggunaannya memerlukan keterampilah yang memadai.

E.     Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media
Drs. Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran yang dibaginya ke dalam tiga kategori, sebagai berikut:
1.      Tujuan Pemilihan
Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan yang jelas. Pemilihan media untuk pembelajaran (siswa belajar), untuk informasi yang bersifat umum, ataukah sekedar untuk hiburan saja mengisi waktu kosong. Lebih spesifik lagi, untuk pengajaran kelompok atau pengajaran individual.

2.      Karakteristik Media Pengajaran
Setiap media mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik berbagai media pengajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki guru dalam kaitannya dengan keterampilan pemilihan media pengajaran.

3.      Alternatif Pilihan
Memilih pada hakikatnya adalah proses membuat keputusan dari berbagai alternative pilihan. Guru bisa menentukan pilihan media mana yang akan digunakan apabila terdapat beberapa media yang dapat diperbandingkan. Sedangkan apabila media pengajaran itu hanya satu, maka guru tidak bisa memilih, tetapi menggunakan apa adanya.
Menurut Dr. Nana Sudjana (1991; 104) tentang prinsip-prinsip penggunaan media agar mencapai hasil yang baik yaitu:
1)      Menentukan jenis media dengan tepat,
2)      Menetapkan atau memperhitungkan subjek dengan tepat,
3)      Menyajikan media dengan tepat,
4)      Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.

F.     Dasar Pertimbangan Pemilihan dan Penggunaan Media
1.      Faktor-Faktor yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Media Pengajaran
a.      Objektivitas
Artinya guru tidak boleh memilih suatu media pengajaran atas dasar kesenangan pribadi. Apabila secara objektif, berdasarkan hasil penelitian atau percobaan, suatu media pengajaran menunjukkan keefektifan dan efesiensi yang tinggi, maka guru jangan merasa bosan menggunakannya.

b.      Program Pengajaran
Progam pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik isinya, strukturnya, maupun kedalamannya.

c.       Sasaran Program
Sasaran program yang dimaksud adalah anak didik yang akan menerima informasi pengajaran melalui media pengajaran.

d.      Situasi dan Kondisi
Situasi dan kondisi yang dimaksud adalah:
1)      Situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang dipergunakan.
2)      Situasi serta kondisi anak didik yang akan mengikuti pelajaran mengenai jumlahnya, motivasi dan kegairahan.

e.       Kualitas Teknik
Dari segi teknik, media pengajaran yang akan digunakan perlu diperhatikan, apakah sudah memenuhi syarat atau belum.

f.        Kefektifan dan Efesiensi Penggunaan
Keefektifan berkenaan dengan hasil yang dicapai, sedangkan efesiensi berkenaan dengan proses pencapaian hasil tersebut.

2.      Kriteria Pemilihan Media Pengajaran
Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (1991; 5), dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiknya memperhatikan criteria-kriteria sebagai berikut:
a.       Ketepatannya dengan tujuan pengajaran,
b.      Dukungan terhadap isi bahan pelajaran,
c.       Kemudahan memperoleh media,
d.      Keterampilan guru dalam menggunakannya,
e.       Tersedia waktu untuk menggunakannya,
f.       Sesuai dengan taraf berpikir siswa.

G.    Pengembangan Pemanfaatan Media Sumber
Media pengajaran adalah suatu alat Bantu yang tidak bernyawa. Alat ini bersifat netral. Peranannya akan terlihat jika guru pandai memanfaatkannya dalam belajar mengajar. Nana Sudjana (1991) merumuskan fungsi media pengajaran menjadi enam kategori, sebagai berikut:
1.      Penggunaan media dalam proses belajar mengajar bukan merupakan fungsi tambahan, tetapi mempunyai fungsi sendiri sebagai alat Bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2.      Penggunaan media pengajaran merupakan bagian yang integral dari keseluruhan siatuasi mengajar.
3.      Media pengajaran dalam pengajaran, penggunaanya integral dengan tujuan dari isi pelajaran.
4.      Penggunaan media dalam pengajaran bukan semata-mata alat hiburan melainkan proses belajar supaya lebih menarik perhatian siswa.
5.      Penggunaan media dalam pengajaran lebih diutamakan untuk mempercepat proses belajar mengajar.
6.      Penggunaan media dalam pengajaran diutamakan untuk mempertinggi mutu belajar mengajar.
Ketika fungsi-fungsi media pelajaran itu diaplikasikan ke dalam proses belajar mengajar, maka terlihatlah peranannya sebagai berikut:
a.       Sebagai penjelas dari keterangan terhadap suatu bahan yang guru sampaikan.
b.      Media dapat memunculkan permasalahan untuk dikaji lebih lanjut dan dipecahkan oleh para siswa dalam proses belajarnya.
c.       Media sebagai sumber belajar bagi siswa.
Ada enam langkah yang bisa ditempuh guru pada waktu ia mengajar dengan mempergunakan media sebagai berikut:
1.      Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media.
2.      Persiapan guru.
3.      Persiapan kelas.
4.      Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media.
5.      Langkah kegiatan belajar siswa.
6.      Langkah evaluasi pengajaran.
Nana Sudjana (1991) mengemukakan nilai-nilai praktis media pengajaran adalah:
a)      Dengan mefia dapat meletakkan dasar-dasar yang nyata untuk berpikir.
b)      Dengan media dapat memperbesar minat dan perhatian siswa untuk belajar.
c)      Dengan media dapat meletakkan dasar untuk perkembangan belajar sehingga hasil belajar bertambah mantap.
d)     Memberikan pengalaman yang nyata dan dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri pada setiap siswa.
e)      Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesinambungan.
f)       Metode belajar lebih bervariasi.
g)      Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya.
h)      Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar.

Diposkan oleh Muchlis Al-Ikhlas di 02.26.00 http://img1.blogblog.com/img/icon18_email.gif
http://inmuchlis.blogspot.com/2012/02/dalam-proses-belajar-mengajar-kehadiran.html

MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR


MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR

A.   SUMBER BELAJAR
a.       Defenisi Belajar
“ Learning is a persistent change in capability as a result of learner’s experiences and interaction with the world” ( Discroll)
Ø  Belajar terjadi karena adanya proses mengalami (melihat, mendengar, merasakan, melakukan , mengulang, mencoba, merenungkan dan lain-lain) sebagai hasil interaksi dengan dunia (sumber belajar).
Defenisi Sumber Belajar
Ø  Edgar Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang.
Ø  Association Educational Comunication and Tehnology / AECT (1977) yaitu  berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang ada di lingkungan kegiatan belajar yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.

b.      Jenis Sumber Belajar
1.       Sumber belajar yang dirancang  (learning resources by design) yaitu sumber belajar  yang  secara khusus dirancang dan dikembangkan  sebagai komponen sistem intruksional  untuk memberikan fasilitas belajar yang bersifat terarah.
Contoh : Buku pelajaran, Modul, Program Audio, dll
2.       Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization) yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Contoh : Pejabat pemerintah, tenaga ahli, surat kabar, siaran televisi, perpustakaan, museum, lingkungan, dll

c.       Komponen sumber belajar
1.       Pesan , merupakan informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, arti, data, dll
Contoh : bahan ajar, cerita, berita, dll
2.       Orang, merupakan manusia sebagai penyimpan , pengolah dan penyaji data/informasi
Contoh : guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh, dll
3.       Bahan, merupakan sesuatu yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri
Contoh : buku pelajaran, transparansi, film, gambar, slides, grafik yang dirancang, relief, komik, dll
4.       Alat/perlengkapan, merupakan sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan di dalam bahan
Contoh : perangkat keras komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, mesin, alat listrik, dll
5.       Teknik/metode, merupakan prosedur rutin/acuan, yang telah disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang, dan lingkungan untuk menyampaikan pesan.
Contoh : diskusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, debat, talkshow, dll
6.       Lingkungan, merupakan situasi sekitar atau tempat, dimana pesan diterima
Contoh : ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, museum, lapangan, kantor, rumah sakit, pasar, kebun, dll

B.   MEDIA PEMBELAJARAN
a.       Defenisi Media
v  Media berasal dari kata “medium” yang artinya perantara/pengantar
v  Media merupakan segala bentuk dan saluran untuk proses transmisi informasi (AECT,1979)
v  Media adalah teknologi  untuk menyajikan , merekam, membagi, dan mendistribusikan, simbol dan pesan dengan melalui ransangan indra tertentu disertai penstrukturan informasi
(Olson, 1974)
Defenisi Pembelajaran
v  Istilah pembelajaran digunakan untuk menunjukkan usaha pendidikan yang dilaksanakan secara sengaja, dengan tujuan  yang telah ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan serta pelaksanaannya terkendali. (Prof.Dr.Yusufhadi Miarso, MSc, 2004)
v  Pembelajaran adalah upaya untuk memfasilitasi terjadinya belajar, atau upaya untuk memfasilitasi terjadinya pengalaman belajar yaitu  interaksi dengan sumber belajar secara optimal, efektif dan efisien ( Uwes Chaeruman, http://fakultasluarkampus.net/2010/02)

Defenisi Media Pembelajaran
v  Sarana untuk memberikan perangsang bagi peserta didik supaya proses belajar terjadi (Briggs, 1970)
v  Segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali.( Prof.Dr.Yusufhadi Miarso, MSc, 2004)


C.   MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR
            Karena dalam proses pembelajaran terjadinya proses komunikasi atau interaksi antara orang yang belajar dengan aneka sumber belajar, maka agar komunikasi  atau interaksi tersebut terjadi secara optimal, dibutuhkan media pembelajaran.
Pada hakekatnya sumber belajar itu sangat luas dan kompleks, lebih dari sekedar media pembelajaran.
Segala hal yang sekiranya dapat diprediksikan akan mendukung dan dimanfaatkan untuk keberhasilan pembelajaran dapat dipertimbangkan sebagai sumber belajar, termasuk media pembelajaran.
Media dapat dikatakan sebagai sumber belajar apabila penggunaan media tersebut ada tujuan yang jelas dalam kaitannya dengan pembelajaran. Misalnya televisi, masyarakat luas lebih memandang televisi sebagai media hiburan, tetapi jika dirancang dengan tujuan  pembelajaran, maka televisi dapat digunakan sebagai media pembelajaran, bukan hanya media hiburan.

KAPAN PEMANFAATAN MEDIA DIJADIKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR?
a.       Media dapat melampaui batas ruang kelas.
Banyak hal yang tidak mungkin untuk dialami secara langsung oleh mahasiswa  di dalam kelas karena sebab :
1.       Ketika objek terlalu besar, misal museum, candi, gedung, rumah sakit dll. Dengan membuat media, maka seorang dosen bisa menampilkan bentuk miniaturnya kepada mahasiswa, misal melalui gambar/foto sebagai pengganti bentuk sesungguhnya, yang dijadikan sebagai sumber belajar.
2.       Ketika objek terlalu kecil untuk diamati dengan mata telanjang, seperti bakteri, protozoa dll,. Penggunaan media gambar dan alat pembesar sebagai sumber belajar dapat dijadikan sarana pembelajaran untuk  memperjelas dan memperbesar objek-objek tersebut.
3.       Gerakan-gerakan yang terlalu cepat untuk diamati, seperti gerakan sayap lebah, kepakan sayap burung dll dan gerakan-gerakan yang terlalu lamban untuk diamati seperti proses pemekaran bunga. Dengan media  fotografi dan film sebagai sumber belajar maka gerakan tersebut dapat amati.
4.       Bunyi-bunyi yang halus, dan tulisan yang terlalu kecil misal dosen berceramah di hadapan ratusan mahasiswa, yang tidak mungkin ditangkap jelas oleh telinga biasa suaranya. Dengan media tape recorder dan speaker maka suara tersebut dapat jelas terdengar dan penggunaan overhead projector, materi dapat terbaca dari pandangan jarak yang cukup jauh.
5.       Ketika objek yang akan dipelajari terlalu kompleks. Media dalam bentuk diagram atau model  (diorama) sebagai sumber belajar, dapat digunakan untuk menyederhanakan objek yang bersangkutan agar lebih mudah dimengerti . Contoh : diagram siklus hujan, diagram siklus menstruasi, diorama peristiwa perjuangan (detik-detik proklamasi) di museum tugu nasional. 
6.       Rintangan-rintangan untuk mempelajari suatu objek, misal  gerakan janin dalam rahim, pertumbuhan janin dalam rahim, musim, iklim, geografi, kehidupan ikan dilaut, kehidupan singa di hutan. Dengan media fotografi, film/video dan media lain sebagai sumber belajar, maka  semua hal diatas dapat dihidangkan di depan kelas.

b.      Media mengatasi keterbatasan pengalaman.
Pengalaman tiap mahasiswa berbeda-beda. Kehidupan keluarga, masyarakat dan lingkungan sebelumnya menentukan tingkat pengalaman dan pemahaman mahasiswa terhadap suatu objek.
Media dapat mengatasi perbedaan tersebut, jika mahasiswa tidak mungkin dibawa ke objek sumber belajar yang akan dipelajari, maka objeklah yang dibawa kehadapan mahasiswa melalui media sebagai sumber belajar.

Contoh :
Mahasiswa yang berasal dari lingkungan pegunungan sebagai sebagai tempat tinggal dan mahasiswa yang berasal dari lingkungan pantai sebagai tempat tinggal akan memiliki pengalaman dan pemahaman yang berbeda. Dengan menyajikan objek daerah pegunungan dan pantai melalui media sebagai sumber belajar, maka kedua mahasiswa tersebut akan mendapatkan pengalaman dan pemahaman tentang pegunungan dan pantai dengan persepsi yang hampir sama.

        Media juga memberikan pengalaman yang menyeluruh/integral dari sesuatu yang konkret maupun abstrak. Misalnya sebuah film atau serangkaian foto tentang kegiatan di rumah sakit, dapat memberikan imajinasi yang konkret tentang wujud, ukuran, lokasi, bentuk kegiatan dan sebagainya. 


c.       Media menghasilkan keseragaman pengamatan dan menumbuhkan minat baru
Contoh :
Persepsi yang dimiliki mahasiswa A berbeda dengan persepsi yang dimiliki mahasiswa B, bila si A hanya pernah mendengar proses persalinan sedangkan si B pernah melihat sendiri, bahkan melakukan  dan merasakan.

Pengamatan yang dilakukan mahasiswa secara bersamaan melalui media film proses persalinan sebagai sumber belajar bisa memberikan pemahaman dan persepsi yang sama, jika pengamatan yang dilakukan diarahkan kepada hal-hal penting yang dimaksudkan oleh dosen.

Dengan menggunakan media,  pengalaman mahasiswa semakin luas, persepsi semakin tajam, konsep-konsep dengan sendirinya semakin lengkap, hal ini menyebabkan timbulnya keinginan  dan minat belajar.

















Sumber :

1.       Media Pendidikan, Dr.Arief S.Sadiman,M.Sc dkk ( Pustekom dikbud & PT.Raja Grafindo 2003)
2.       Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, Prof.Dr.Yusufhadi.M, M.Sc ( Pustekom Diknas 2004)





















































Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar
b.      Media pembelajaran
c.       pemanfaatan media sebagai sumber belajar

Pre-test
 

Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar
b.      Media pembelajaran
c.       pemanfaatan media sebagai sumber belajar

Pre-test


 


Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar
b.      Media pembelajaran
c.       pemanfaatan media sebagai sumber belajar

Pre-test
d.       
 


Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar
b.      Media pembelajaran
c.       pemanfaatan media sebagai sumber belajar

Pre-test
d.       
 



Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar
b.      Media pembelajaran
c.       pemanfaatan media sebagai sumber belajar

Pre-test
d.       
 


Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar
b.      Media pembelajaran
c.       pemanfaatan media sebagai sumber belajar

Pre-test
d.       
 

 







































Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar
b.      Media pembelajaran
c.       pemanfaatan media sebagai sumber belajar

Pre-test
d.       
 

Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar
b.      Media pembelajaran
c.       pemanfaatan media sebagai sumber belajar

Pre-test
d.       
 







Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar & contohnya
b.      Media pembelajaran & contohnya
c.       Pemanfaatan media sebagai sumber belajar & contohnya

Post-test

 

Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar & contohnya
b.      Media pembelajaran & contohnya
c.       Pemanfaatan media sebagai sumber belajar & contohnya

Post-test

 



Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar & contohnya
b.      Media pembelajaran & contohnya
c.       Pemanfaatan media sebagai sumber belajar & contohnya

Post-test

Post-test

 

Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar & contohnya
b.      Media pembelajaran & contohnya
c.       Pemanfaatan media sebagai sumber belajar & contohnya

Post-test

 


Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar & contohnya
b.      Media pembelajaran & contohnya
c.       Pemanfaatan media sebagai sumber belajar & contohnya

Post-test

 

Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar & contohnya
b.      Media pembelajaran & contohnya
c.       Pemanfaatan media sebagai sumber belajar & contohnya

Post-test

 


Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar & contohnya
b.      Media pembelajaran & contohnya
c.       Pemanfaatan media sebagai sumber belajar & contohnya

Post-test

 


Apa yang saudari ketahui tentang
a.      Sumber belajar & contohnya
b.      Media pembelajaran & contohnya
c.       Pemanfaatan media sebagai sumber belajar & contohnya

Post-test